Mendengar suara yang terdengar merusak.
Semua percakapan terasa egois, dan ingin benar sendiri.
Diantara sering itu, aku lebih banyak mendengar.
Sepi.
Menurutku, Sepi adalah sebuah percakapan paling jujur.
Aku dapat mendengar lebih banyak kebenaran, ketimbang di keramaian.
Bahkan, saat di antara ramai aku seperti kehilangan diriku.
Dalam sepi aku dapat menemukan sebenar-benarnya diriku.
Dalam sepi, aku bercakap dengan tuhan, saat ramai tak memberiku ruang bagiku untuk hal itu.
Dalam sepi, Tuhan memintaku untuk mendengar, apa yang tak tersampaikan.
Mengerti, apa yang tak terdengar.
Hingga akhirnya, giliranku ingin berbicara.
Aku ingin menangkap sebuah gambar.
Cerita yang sepi, namun dapat memberi banyak makna dan mengundang banyak paradigma.
Untuk menyampaikan pesan tanpa paksaan.
Untuk bercerita tanpa harus meminta orang untuk mendengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar