Sabtu, 09 Desember 2023

NTAHLAH

Kamu boleh pergi sejauh apapun,

Tapi maaf, jangan paksa aku untuk melupakanmu.

Aku tau kamu dan aku memang sudah bukan lagi kita,

Aku tau memang waktu kita sudah habis,

Cerita kita sudah selesai.


Tapi sampai saat ini kamu masih pemenang dari banyak nya cerita yang datang.

Semua kenangan kita entah bakal hilang atau aku yang akan mengenangnya terus sendiri.


Aku tidak tau sampai kapan aku akan seperti ini,

Disini bersama kenangan yang bahkan setiap hari bisa membunuhku secara perlahan.

Sesekali aku coba untuk tidak mengingat dirimu, tapi apa? Kamu selalu datang di ingatanku,


Entah kamu yang terlalu hebat ada dihidupku atau memang aku yang terlalu dalam mencintai kamu? Aku tidak tau.

Aku berproses sendiri, melupakanmu bukan hal yang mudah untukku.


Pikiran dan hatiku selalu bertengkar hebat untuk menghilangkanmu.

Namun bahkan sampai saat ini semua tentang mu masih aku ingat dengan baik.


Tentang kita yang dulu pernah bahagia walaupun akhirnya kita menjadi usai.

Aku sempat menangis dan merendahkan diriku memintamu untuk memperjuangkan kita.

Namun inginmu sudah tidak lagi sama dengan inginku, yang kamu mau bukanlah aku.


Namun setelah semua penolakan itu, aku masih terus berharap agar kamu kembali lagi.

Aku selalu berharap kepada Tuhan agar aku dan kamu dipertemukan sekali lagi untuk bersama selamanya.




                                                                  

                                                         Bandung,2023

Selasa, 20 September 2022

Untukmu yang Hanya Singgah Sekejap

Ada kata yang tak sempat terucap,
Ada rindu yang tak pernah terungkap,
Ada rasa yang terus bertahan dalam dekap,
Ada lautan tanya yang menunggu untuk terjawab.

Padamu yang hanya sempat berada dalam angan,
Pelukan hangat yang hanya sebatas bayang,
Senyum manis yang hanya bisa kupandang,
Dan batas hati yang berada begitu jauh dari jangakuan.

Terima kasih telah memperjelas beberapa hal,
Tadinya, kukira itu hanya perihal kesibukan,
Ternyata aku yang salah mengartikan beberapa hal.

Apa yang terjadi di antara kita, menurutmu tak pernah menjadi istimewa,
Cerita yang selalu kita bagi setiap harinya, tak pernah menjadi hal yang menurutmu luar biasa,
Detik-detik berharga ketika menunggumu setiap waktu, hanya berlalu begitu saja.

Namun, aku benar-benar baik-baik saja,
Bahkan jika pergimu tanpa suara dan begitu tiba-tiba,
Tetap saja, terima kasih untuk berbagai cerita kenangan indahnya,
Meskipun singkat dan hampir tidak bisa disebut sebagai bersama,
Rasanya tetap luar biasa dan akan kuingat selamanya.

"Untukmu yang hanya singgah sekejap, kemudian hilang tanpa jejak."

Kamis, 02 September 2021

APA YANG KITA CARI?

Setelah bertahun-tahun menjalani hidup, banyak orang mulai bertanya,
Apa tujuan hidup ini sebenarnya?
Apa yang kita cari ketika menjalani hidup ini?
Apa yang membuat kita terus gelisah menjalani hari?
Padahal jawaban dari pertama pertama saja belum kita temukan,
Jadi, sebenarnya mengapa kita harus menyiapkan diri untuk menghadapi esok hari?

Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,
Karena kita tidak pernah tahu apa yang sedang kita cari,
Karena kita masih akan terus berproses untuk menemukan jawaban yang kita cari,
Karena kita akan terus bertanya tanpa pernah menemukan jawaban pasti.

Tidak ada kepastian yang kita dapatkan, bahkan setelah berusaha melewati hari demi hari tanpa henti,
Tidak ada jawaban yang bisa kita temukan,
Tidak ada kejelasan dan tidak ada tempat untuk menanyakan,
Karena itulah kehidupan.

Entah apa yang sebenarnya sedang kita cari,
Entah sampai mana kita harus terus memantaskan diri,
Entah berapa lama kita akan tetap bertahan,
Entah apa jawaban yang nantinya akan kita temukan,
Kita tidak peduli dan akan terus berjalan.

Karena manusia memiliki naluri untuk bertahan dan untuk itu, kita harus memiliki kesiapan..
.
.
.
.

Selasa, 31 Agustus 2021

KEHILANGAN DAN MELUPAKAN

Disadari atau tidak, kehilangan selalu terasa pahit dan mengejutkan, bukan?

seperti mengiris bawang merah, kehilangan juga mampu membuat mataku terasa pedih dan basah

kau tahu, menangis adalah salah satu bukti bahwa aku memiliki perasaan

cinta memang melahirkan keinginan, tapi tidak semua keinginan berarti cinta

aku ingin dan harus melupakanmu meski kutahu, ternyata melupakanmu adalah ide buruk

tapi ide buruk bukan berarti sesuatu hal yang buruk untuk dilakukan, toh?

pertemuan pertama biasanya di luar dugaan, sedangkan pertemuan terakhir selalu di luar keinginan

dan kelak itu yang kita namai perpisahan.-

Kamis, 26 Agustus 2021

CINTA ADALAH IMAJINASI

Cinta buatku adalah sebuah imajinasi.
Aku yang membuatnya untuk diriku sendiri.

Aku merancangnya dan membentuknya sedemikian rupa agar tak ada sekat-sekat yang menghalanginya.

Sekat-sekat yang bernama agama, suku, keturunan, status, dan atribut yang membedakan sekaligus memisahkan manusia.

Manusia dulu yang membuat sekat-sekat itu dan menyalahgunakannya demi kepentingannya sendiri.

Aku menciptakan cinta karena tak kutemukan perbedaan padanya.
Sebuah kasih sayang yang murni.

Aku menciptakan cinta sebagai alasanku untuk terus bersama dengannya meski tanpa saling memiliki sekalipun.

Cinta adalah imajinasi. Aku bisa membuatnya di mana saja. Aku bisa membuatnya di hatimu.

Cinta adalah sesuatu yang hidup. Sudah sewajarnya sesuatu yang hidup itu akan terus tumbuh dan berkembang.

Jangan pernah larang cinta untuk tumbuh semakin besar, karena cinta itu adalah sesuatu yang hidup.

Jangan pernah membunuh sebuah cinta, karena itu sama dengan membunuh sebuah kehidupan.

Membunuh sesuatu yang tidak bisa kamu ciptakan adalah nama lain untuk benci.
Nama lain untuk kekalahan.

Cinta adalah imajinasi. 
Oh manusia, sampai kapan kalian akan terus kalah? Kalah oleh diri kalian sendiri!

Jumat, 23 Juli 2021

TUHAN DAN AKU

Kamu tahu, Tuhan dan aku
memiliki persamaan.
Kami sama-sama mencintaimu.
Tapi cara kami berbeda
Begitulah cinta, terjadi karena perbedaan.

Tuhan mencintaimu dengan
memberi napas panjang dan wangi.
Aku mencintaimu dengan
tidak melakukan bunuh diri.

Tuhan mencintaimu dengan
memberikan mata yang indah.
Aku mencintaimu dengan
tidak melakukan hal yang salah.

Tuhan mencintaimu dengan
mengalirkan sungai yang jernih airnya.
Aku mencintaimu dengan
tidak membuang sampah ke dalamnya.

Tuhan mencintaimu dengan
menumbuhkan pohon yang lebat daunnya.
Aku mencintaimu dengan
tidak menebangnya.

Tuhan mencintaimu dengan
menurunkan hujan.
Aku mencintaimu dengan
tidak lupa membawakan payung.

Tuhan mencintaimu dengan
menciptakan keindahan.
Aku mencintaimu dengan
tidak terlibat partai politik.

Tuhan mencintaimu dengan
menjadi tuhan.
Aku mencintaimu dengan
tidak menjadi orang lain.

Tuhan dan aku tidak bersaing.
Kami mencintaimu dengan
cara masing-masing.

Biarkanlah Tuhan dan aku mencintaimu.
Sebab telah kami biarkan pula
kamu mencintai kekasihmu.
.
.
.

Kamis, 08 April 2021

IZIN MENYERAH HARI INI SAJA

Untuk semua nya maaf ya.
Hari ini aku izin untuk bilang;"aku sebenarnya ga kuat".
Izin menyerah dulu ya hari ini.
Sebentar saja ;)

Aku juga butuh menangis, pundak ku butuh rehat dari semua sandaran.

Tolong untuk semua yang sedang bergantung di aku, turun dulu sebentar yah...

Aku juga butuh mengeluh, aku ga bisa selamanya baik-baik saja.!

Setiap orang punya titik lemah nya masing-masing.

Karena jadi kuat, tak selamanya terlihat hebat.
Yang kalian lihat diluar itu tawa yang palsu.
Hanya biar bisa pura-pura tegar dan orang lain hanya tau sisi kuatku saja.-

Karena kemarin semuanya sedang tidak ramah.

Ingin tersenyum malah dikasih patah,
Ingin berjuang malah dipaksa untuk pulang,
Dan ketika pulang pun, aku sudah kehilangan rumah.

Bahu yang kuat sedang butuh istirahat.
Angan yang terbang sedang butuh mendarat.
Terlihat buruk, payah, dan lemah.
"Iyah itu diri saya hari ini"

Ini loh, aku yang katanya melangkah paling depan, izin mundur sebentar yah kebelakang.
Sedang ingin bercerita banyak dengan diriku sendiri.

Hari ini aku ingin menikmati laraku sejadi jadi nya.

Menghargai setiap proses dewasa, menjadikanku berharga diujung sana.

Aku hanya tidak mau terlihat lemah.
Bagiku semua rasa kecewa adalah fase menuju bahagia.

Mereka tidak paham aku,
Bukan kewajiban orang lain juga untuk mengerti keadaanku.

Mereka tidak wajib menjadi obat.
Tapi diri ini selalu sibuk, dan siap di jadikan perawat.

Dunia sedang menari di kepalaku.
Isinya tentang ke khawatiran yang tak berujung.
Merayu tuhan untuk memberikan semua.

"Sebenarnya apasih tujuan hidup.?"

Apakah sebenarnya kita hadir didunia hanya untuk menyerah?

Terkadang keadaan memang suka bercanda.
Dan kadang lawakan nya terkesan tidak lucu.
Tapi tumbuh tetap harus.

Fasenya memang sering dibikin berdarah.
Tapi percaya, semuanya akan indah.
Semuanya akan baik baik saja.




                                                                                  08-April-2021

Kamis, 01 April 2021

MANUSIA

MANUSIA

Perihal menjadi seorang manusia bukanlah hal mudah. Manusia yang haus akan dasi tapi hidup dengan basa basi, hingga tersadar bahwa cara memanusiakan manusia adalah hal yang paling bergengsi.

Berdiri diatas jejeran paku yang dengan bodohnya berharap tak ada luka, hingga tanpa sadar proses pendewasaan menyebabkan banyak luka.

Manusia yang hidupnya selalu dipertahukan, berharap hasil memuaskan, hingga lupa bahwa hidupnya sudah penuh dengan kekecewaan.

Berlomba lomba mencari definisi rumah yang sebenarnya, sampai lupa bahwa definisi rumah yang dimaksud tak selalu memberi kebahagiaan yang diminta.

Yang katanya rumah adalah tempat ternyaman untuk berpulang, tempat ternyaman untuk sekedar mehempaskan bahu dari hiruk pikuk dunia. Tapi bagaimana bisa? kalau nyatanya tempat ternyaman untuk melepas penat dan lelah, sudah tidak lagi memberi itu semua.

Yang mana malah tempat itu sering sekali memberi sesak di dada yang tiada tara. dan terkadang rasanya ingin sekali keluar dari sana hanya untuk sekedar mengurangi luka.

Proses pendewasaan tidak selalu menyenangkan.



— 

                                                        

Jumat, 25 Desember 2020

PENGHUJUNG TAHUN 2020

Teruntuk 2020, tidak terasa akan menuju penghujung tahun. Aku ingin mengucapkan terima kasih.

Terima kasih telah menerjang ombak untuk diriku, sehingga aku bisa tegar layaknya tebing di pinggir pantai. Tahun 2020 adalah tahun yang berat untuk diriku. Impian yang sudah sebegitunya aku perjuangkan, harus dipaksakan untuk berhenti. Rasanya membuat pikiranku bertarung dan raga yang berkeinginan lenyap saja.

Terima kasih telah memaksakan untuk terus berjalan, walaupun dalam perjalanan aku terjatuh, luka dalam terseok-seok, ingin berhenti. Aku akui menyerah selalu memenuhi hasratku. Tapi aku mencoba untuk terus berjalan, walaupun tidak tahu akhirnya seperti apa. Aku akui bangkit dengan kaki sendiri dari kegagalan itu tidak mudah. Kemudian dipaksakan semesta untuk terus berjalan, karena aku tau semesta akan terus mengerahkan diriku untuk terus berjuang.

Terima kasih telah memberikan pelajaran untukku, bagaimana sekarang aku lebih bisa mencintai dan memahami diri sendiri. Sekarang aku lebih lalai untuk menyakiti diri sendiri, lebih memprioritaskan kebahagiaan diriku sendiri, dan lebih menerima apa adanya tubuh diriku sendiri.

Terima kasih telah menghadirkan orang-orang yang benar-benar berada di sisiku, dalam keadaan suka maupun duka. Terimakasih untuk mengajarkan keikhlasan, agar dapat menerima orang-orang yang kini telah pergi dari sisiku.

Terakhir, terima kasih untuk lembaran-lembaran kisah yang berisi tawa, air mata, rumit, bahagia. Aku akui 2020 memang berat untuk diriku sendiri, tapi bukan hanya aku yang sedang berjuang, semua orang di dunia sedang berjuang. Walaupun berat, kita akui bahwa kita semua hebat. Tetap berdiri dan berjalan hingga di penghujung tahun 2020 ini. Sangat hebat kedua kaki kita untuk terus kembali bangkit dan berjalan.

Kamis, 17 Desember 2020

Semoga kau salah satunya

Aku hanya seseorang yang mengungkapkan 
rasa lewat coretan abstrak...
Aku hanya seseorang yang tak pandai 
mengutarakan perasaan...
Aku hanya si penikmat kalimat yang 
tak semua paham.. 

Merangkai kata menjadi kalimat...
Merajut kata demi kata dan menyambungnya sampai diakhir titik...
Mungkin ada beberapa hal yang kadang sulit untuk dimengerti... 

Tetapi dengan menuangkan emosi disetiap 
diksinya.. 
Aku harap akan ada yang mengerti makna yang tertangkap disebaris frasa yang kutulis...
Dengan begitu aku sangat bahagia jika kau salah 
satu dari sekian banyak orang yang mengerti...



Minggu, 13 Desember 2020

AYAH

Ayah,
Terima kasih telah mengajarkanku menghadapi kerasnya dunia,
Terima kasih untuk tetap memelukku ketika tubuhku tak lagi bertenaga,
Terima kasih untuk terus berada di sampingku meski dunia tak lagi berada di sisi yang sama,
Terima kasih untuk selalu mencintaiku meski tak pernah mengungkapkannya melalui kata.

Ayah,
Terima kasih telah membuatku sampai di titik ini,
Tempat di mana dunia bahkan tak sanggup lagi untuk sekedar mengutarakan benci,
Terima kasih telah menceritakan masa lalu yang tak ingin kuulang,
Karenanya, aku tetap berdiri tegak meski ombak tak pernah berhenti menerjang.

Ayah,
Meski tak pernah terungkap melalui kata,
Meski tak pernah terlihat kenyataannya,
Aku sangat berterimakasih untuk segalanya,
Cerita, pengalaman, dan cinta yang mungkin tak akan bisa kuberi sama besarnya.
.
.
.

Jumat, 04 Desember 2020

RUMAHKU

Malam ini aku akan bercerita tentang rumah..
Yang katanya,
Tempat berlindung terbaik di semesta..
Yang katanya,
Kau akan merasa nyaman jika berada di dalamnya 

Mengapa aku menyebutnya dengan 'katanya'?
karena aku tidak merasakannya..
Merasakan perlindungan yang diberikannya..
Merasakan kehangatan yang membuat ku nyaman..

Mengapa rumahku berbeda?
Rumahku tidak melindungiku..
Rumahku perlahan-lahan yang membunuhku..
Rumahku tidak memberi kehangatan..
Yang membuatku tidak nyaman dan ingin pergi meninggalkan..

Walau kadang dianggap semu..
Aku sangat menyayangi rumahku..
Aku tahu mereka juga menyayangiku..
Hanya saja, hati mereka masih dipenuhi oleh kabut kelabu..

Aku tahu..
Bahwa semesta tidak sejahat itu..
Semesta pasti akan memberi kesempatan kepadaku..
Untuk merasakan makna rumah yang sungguh
Entah kapan, aku hanya harus sabar menunggu.



Sabtu, 28 November 2020

BERBEDA ADALAH PILIHAN

Bukan masalahku dijauhi.
Karena ku tak menjadi pemabuk.
Terserah jika ku tak Rock n Roll.
Ini pilihanku sendiri..

Aku tak pakai yang kalian pakai.
Tak mengikuti gaya kalian.
Jadi bencilah dan hinalah aku.
Tak kan merubah pikiranku.

Terserah apa kata kalian semua terserah kalian.
Terserah bicara apapun sepuasnya,aku tak mendengarkan.
Ku tak harus menjadi seperti teman - temanmu.
Tak harus menjadi apa yang mereka mau.

Selalu ada pilihan lain tuk hidup.
Mereka memaksa harus tunduk.
Dengan apa yang mereka pilih.
Terlalu tua untuk melihat.

Dunia ini telah berubah.
Ketakutan akan hal yang baru.
Pertahankan budaya yang pasti.
Jangan pernah biarkan mereka.
Mendetect semua langkah kita.
Terserah apa kata mereka...

Ku tak harus menjadi seperti orang tuamu.
Tak harus menjadi apa yang mereka mau.
Selalu ada pilihan lain tuk hidup...

Ku tak harus menjadi seperti teman - temanku
Ku tak harus menjadi apa yang semua mau
Ku tak harus menjadi yang bukan pilihan hidupku
Ku tak harus menjadi seperti ayahmu.
Ayahnya atau siapapun yang tak kau inginkan.

Selasa, 10 November 2020

Mati Rasa

Apa yang terasa kadang tak mampu di ungkapkan dengan kata.
Tak mampu juga tuk mengeluarkan suara.
Sudah ditahap hanya bisa diam tuk meng-ekspresikan semua rasa.

Aku tak tahu seberapa dalam luka yang tercipta.
Tanpa tahu kapan obat penyembuh kan tiba mengobati luka.
Tapi yang ku tahu hanya rasa sakit yang mendera jiwa, tanpa obat atau penyembuh nya yang akan datang segera.

Sadarkah kau, Bukan hanya kata yang membuat terluka.
Bukan hanya sikap yang membuat diri seakan mati rasa.
Tapi, diri yang tak pernah mau sadar sudah membuat orang lain terluka hingga ia sudah mati rasa.

Kau sudah kehilangan segalanya...
Baik cinta nya, pedulinya ataupun dirinya..
.
.
.
🌻

Selasa, 20 Oktober 2020

Anak pertama

Izinkan anak pertama bercerita.
Bagi sebagian orang menjadi anak pertama mungkin menyenangkan.
Namun menjadi anak pertama tidak semudah itu.

Dimana dia harus memikirkan kebahagiaan keluarganya.
Jadi tulang punggung keluarganya.
Terlebih ketika punya adik, harus menjadi contoh dan panutan yang baik untuk adik nya.

Ketika dunia terlalu kejam padanya.
Tidak ada tempat untuk mengeluh.
Karena anak pertama dituntut kuat sebagaimana layak nya BAJA.

Tidak ada tempat meminta pertolongan selain kepada Tuhan-nya sendiri.
Bahkan kepada orang tuanya pun ia segan.
Karena tidak ingin merepotkan kedua orang tuanya.

Kamu yang anak pertama.
Aku tau dunia ini kejam untukmu.
Aku tau kamu pasti kuat.

Pasti kamu pun cape kan ? Mau mengeluh dan mengadu tak tau harus dengan siapa selain dengan tuhanmu.

Tidak apa-apa kok sekali kali capek.
Tidak apa-apa kok sekali kali nangis.
Tidak apa-apa kok sekali kali mengeluh;Dan ingin menyerah.
Tapi jangan lama-lama ya sedih nya :)

Kamu harus bisa mandiri dan berdiri sendiri di atas kakimu sendiri.
Sebagaimana layak nya baja yang sanggup menopang beban nya dengan sangat kuat.

Perlahan demi perlahan nanti juga semua pasti terbiasa kok.
Ini hanya soal waktu saja.

Dan saat itu kamu akan tau,; Bagaimana sulit nya menjadi anak pertama.

SEMANGAT!

Sabtu, 17 Oktober 2020

Teruntuk adikku

Ketika kau beranjak dewasa.
Banyak ketakutan melandaku.
Satu dari sekian.

"Bagaimana bila aku tak bisa menjadi panutan untukmu.."

Alih-alih menuntun.
Aku justru kehilangan arah seperti domba tersesat.
Disaat seharus nya menjaga.
Menjadi tameng tuk melindungimu.
Kau malah menepi;
Memilih orang lain tuk menjadi tempat curahan.

Aku tak apa menjadi penyokong.
Menguatkanmu di saat kau rapuh.
Menguatkanmu disaat kau merasa dunia tak lagi berpihak kepadamu.

Dariku, kakak mu.
Aku hanya ingin kau tahu.
Disaat kau rasa dunia tak adil.
Aku ada disampingmu, dan berkata.
'Aku disini dan dunia adil untukmu'

Percayalah.
Saat semua menjauh.
Aku akan setia berada.
Dan berbisik padamu;
'Semua akan baik baik saja'

Karena aku lah kakak mu.
Menyayangimu.
Meski tak pernah menunjukan nya.

Kamis, 15 Oktober 2020

PERJALANAN HIDUP

Hidup itu adalah sebilah cermin.
Dunia dimatamu sesungguhnya adalah cerminan dari hatimu sendiri.
Caramu memandang dunia adalah caramu memandang diri.

Jika dunia penuh kebencian dan musuh dimana-mana, sesungguhnya itu adalah produk dari hatimu yanh di balut kebencian.

Jika kau kira dunia penuh dengan orang egois, itu tak lain adalah bayangan dari egoisme egomu sendiri.

Dunia yang muram berasal dari hati yang muram.
Sedangkan kalau dunia dimatamu selalu tersenyum ramah, berterimakasih lah pada hatimu yang di liputi cinta.

Ada aksi pasti ada reaksi.
Ada perbuatan pasti ada balasan.
Semua itu simetris.

Orang bilang, kenikmatan perjalanan berbanding terbalik dengan kecepatan berjalan.
Pemandangan terindah justru terlihat ketika melambatkan langkah, berhenti sejenak.

Dimataku hal yang membedakan kualitas perjalanan adalah 'apakah digunakan hati ?'

Ada orang yang berjalan perlahan lahan, mendalami negeri-negeri, menyelami manusia, menganalisa sejarah, mempelajari budaya, dan mencatat setiap cerita.

Kau bilang perjalanan hanyalah bagi sang pemberani.
Kau bilang perjalanan keliling dunia itu ekslusif bagi para lelaki gempal jagoan yang kuat melibas semua musuh.

Namun bagiku, ujian pertama dalam perjalanan adalah pembuktian kesabaran.

Ketakutan selalu menemani hidup.
Dalam berbagai wujud, ketakutan selalu menghantui manusia.

Adakah bagian dari perjalanan hidup ini yang terlepas dari ketakutan ?
Lihatlah semua tindakan yang dilakukan semua manusia pada hakikat nya adalah demi membebaskan diri dari sebuah rasa takut.

Justru karena masih ada mimpi, kita jadi punya alasan untuk terus hidup, terus maju, terus berjalan, terus mengejar.
"Tanpa mimpi sama sekali, apa pula arti hidup ini ?"

"Dari Titik Nol kita berangkat, kepada Titik Nol kita kembali"

Tiada kisah cinta yang tak berbubuh noktah.
Tiada pesta yang tanpa bubar.
Tiada pertemuan yang tanpa perpisahan.
Tiada perjalanan yang tanpa pulang.
.
.
.
.
.

Rabu, 14 Oktober 2020

Lagi Dan Lagi


Jika yang bisa kau tinggalkan hanya luka.
Lepaskan segalanya, atau yang kau temukan hanya jasad tanpa jiwa dan cinta didalamnya.

Lagi dan lagi frekuensi kita memang tak sama.
Kau melukai tapi mengatakan sedang mengajari.
Kau mengurung tapi mengatakan sedang melindungi.
Kau menyakiti tapi kau bilang itu caramu mencintai.

Lalu, deskripsi mencintamu itu memberi luka atau bahagia?

Lupakan jika kita memang tak sepemikiran.
Lepaskan jika kita memang tak sejalan.
Bagaimana mau mencapai tujuan kalau aku maju ke depan tapi kau malah ke belakang.

Ini seperti prinsip menggunakan pisau.
Pegang dengan benar bukan dengan kuat.
Pegang gagang kayunya bukan mata pisaunya.
Kalau kau memegang mata pisaunya kau terluka.
Kalau kau tak memegang dengan benar pun kau juga terluka dan melukai.

Pada intinya, jika kau tak tahu caranya, kau akan terluka dan melukai.

Senin, 12 Oktober 2020

K I T A

Kita adalah kata yang pernah menyatukan.
Sebelum kita menjadi asing untuk di ucapkan.

Senyum yang tak lagi sama.
Tatapan yang sekarang berbeda.
Dan getaran suaramu juga sangat mengasingkan diantara kita.

Akhirnya kutahu, aku bukan harus mundur beberapa langkah untuk mengambil jarak.
Tapi memang harus pergi jauh melangkah, tuk menghapus sebuah kisah yang sudah tamat.

Lagi dan lagi hal yang sama terjadi.
Kepergian..
Kehilangan..
Kehampaan..
Dan kekosongan terjadi di waktu yang sama setiap tahun nya.
Ini september..
Kenapa diri ini selalu merasa menjadi sadtember..

Kembali ke siklus sebuah kehidupan.
Yang datang memang akan pergi.
Hanya waktu yang tahu kapan saatnya akan terjadi.
Yang harus di perhatikan, sudah siapkah jika waktu itu datang dan terjadi..?
.
.
.
.

Senin, 05 Oktober 2020

IBU

Halo ibu. Apa kabar ?

Aku 
Semakin dewasa dan menua. Maksudku bukan benar benar tua, ibu...
Namun umurku saat ini tak bisa lagi dibilang pantas untuk merengek perihal kepergianmu...
Aku harus ikhlas dan percaya bahwa ibu sudah bahagia disana..


Ohiyah, aku selalu titipkan rinduku lewat doa...
Semoga ibu senang ya...
Dan ibu tak usah khawatir tentang ayah...
Anak-anakmu menjaga ayah dengan baik...
Beliau sudah bisa tertawa dengan lelucon sederhana...
Senyumnya pun selalu merekah, setiap kami berkumpul sekedar mengajak nya bercengkrama...


Hari ini, Aku teringat Ibu lagi...
Masih teringat jelas...
Kenangan yang kita ukir, Sejak aku kecil...
Masih teringat jelas...
Hari itu kita tertawa bersama...
Hingga malam kian larut...


Setiap mengingatMu Ibu...
Hatiku selalu terluka kembali...
Rasanya masih kemarin kita bersama...
Kini ibu sudah tiada...


Aku bahkan tak banyak menyimpan foto kenangan tentang kita...
Tapi memori indah yang tersimpan dalam ingatanku...
Akan menjadi kenangan yang paling berharga...

AKU TIDAK AKAN PERNAH LUPA IDOLAKU, 
IBU...

NTAHLAH

Kamu boleh pergi sejauh apapun, Tapi maaf, jangan paksa aku untuk melupakanmu. Aku tau kamu dan aku memang sudah bukan lagi kita, Aku tau me...